Lebak – Program MBG (Makan Bergizi Gratis) di Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK) Negeri Rangkasbitung Kab Lebak
Ditemukan jenis makanan untuk program anak sekolah tak memenuhi standar harga dan kualitas terjadi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMKN) Rangkasbitung.
Menurut pengakuan siswa kelas 11 SMKN Rangkasbitung Jenis barang makanan dalam kemasan kotak plastik berisi satu telor,dua bizi kurma,satu susu mild kecil dan satu kue kering itu semua nilai harganya paling delapan ribu satu kotaknya.
Sedangkan di kampung Cidaling Desa Tambakbaya Kecamatan Cibadak jadi sorotan King Badak. Yang seharusnya menjadi solusi peningkatan gizi dan kesejahteraan masyarakat, kini menuai sorotan tajam king badak:
Eli Sahroni mengatakan pemerintah republik indonesia semakin mempertontonkan kesalahan – kesalahannya melalui program pembangunan untuk indonesia maju. Kegagalan ini tak patut di teruskan jika indonesia lima tahun kedepan tak ingin bangkrut.
” Program pemerintah untuk makan gratis dari uang pajak rakyat tak patut di teruskan kalau negara ini tak ingin bangkrut lima tahun lagi kedepanya”
Menurut Eli Sahroni Aparat Penegak Hukum harus melakukan tindakan hukum terhadap pelaksanaan program makan ini upaya menyelamatkan keuangan negara agar indonesia tidak mengalami keterpurukan tentang stabilitas ekonomi dan keuangan akibat ratusan triliun rupiah terkorupsi oleh pihak pelaksana program makan gizi gratis.
” APH harus bertindak untuk menyelamatkan uang negara dari program makan anak sekolah dan pos yandu yang hanya di jadikan ajang korupsi berjamaah “, kata Eli Sahroni aktivis penggiat anti korupsi banten
Program MBG yang sejatinya bertujuan mulia untuk memastikan asupan gizi masyarakat terpenuhi. Justru tercoreng oleh dugaan praktik penyimpangan. Jika benar terjadi pemotongan atau pengurangan kualitas demi keuntungan pribadi, maka tindakan tersebut merupakan bentuk pengkhianatan terhadap kepentingan publik. //Red







