Pandeglang — Program Doktor Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) akan menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (Pengmas) bertema “Pemberdayaan Desa Melalui Pengelolaan Sumber Daya Alam” pada 7–8 Februari 2026 di Kabupaten Pandeglang, Banten.
Kegiatan ini dirancang sebagai respons akademik atas tantangan pengelolaan sumber daya alam di tingkat desa, di tengah pesatnya perkembangan teknologi, tekanan perubahan iklim, serta tuntutan pembangunan berkelanjutan. Desa-desa di Indonesia dinilai memiliki potensi alam yang besar, namun masih menghadapi keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi, akses informasi, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Melalui program pengabdian ini, UMJ mendorong kolaborasi antara masyarakat desa, akademisi, dan pemerintah daerah guna membangun model pemberdayaan desa yang berkelanjutan, produktif, dan berdaya saing. Pendekatan yang digunakan tidak semata berorientasi ekonomi, tetapi juga menyentuh penguatan kapasitas manusia, kebijakan publik, serta pelestarian lingkungan.
*Dorong Desa Lebih Mandiri dan Berdaya Saing*
Pengabdian masyarakat ini menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi tepat guna, penguatan UMKM berbasis sumber daya alam, serta penerapan pemasaran digital untuk memperluas akses pasar produk desa. Program ini diarahkan untuk memperkuat kesiapan desa menghadapi pasar yang semakin terbuka, termasuk pasar global.
Selain itu, kegiatan ini menekankan pentingnya pemahaman kebijakan publik dalam pengelolaan sumber daya alam desa. Diskusi dan kajian kebijakan akan dilakukan untuk memastikan regulasi yang ada mampu mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat desa.
Kegiatan Pengmas ini memiliki sejumlah tujuan strategis, antara lain meningkatkan kapasitas sumber daya manusia desa, mengoptimalkan potensi ekonomi melalui UMKM, memperkuat infrastruktur dan teknologi desa, serta mendorong kolaborasi lintas sektor antara masyarakat, pemerintah, dan akademisi.
Adapun luaran yang ditargetkan meliputi penyusunan buku panduan pemberdayaan desa, penerbitan jurnal nasional terkait pengelolaan sumber daya alam dan UMKM desa, pembuatan poster dan model pemberdayaan desa, serta publikasi ilmiah berbasis hasil kegiatan di Desa Kertasana, Kabupaten Pandeglang.
Libatkan Pimpinan, Dosen, Pakar, dan Mahasiswa S3 UMJ.
Kegiatan ini melibatkan langsung pimpinan, dosen, dan staf Program Doktor Administrasi Publik UMJ, antara lain Prof. Ma’mun Murod, Prof. Evi Satispi, Prof. Andriansyah, Prof. Agus Suradika, Prof. Azhari Azis Samudera, Prof. Taufiqurokhman, Dr. Lusi Andriyani, Dr. Muhammad Sahrul, Dr. Tria Patrianti, Dr. Maya Puspita Dewi, Dr. Usni, Nida Handayani, Dr. Mawar, Miftahul Ulum, Ph.D., serta Dr. Oktaviana Purnamasari.
Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh satu kelas mahasiswa Program Doktor (S3) Administrasi Publik UMJ yang berjumlah 18 orang, dengan latar belakang yang beragam dan strategis. Di antara mereka terdapat pejabat publik, termasuk seorang Ombudsman, dua kepala daerah setingkat bupati, staf khusus kementerian, akademisi, serta dosen-dosen berpengalaman dari berbagai institusi.
Keterlibatan mahasiswa doktoral dengan pengalaman praktis tersebut memperkaya perspektif diskusi dan menjadikan pengabdian masyarakat ini sebagai ruang integrasi antara teori, praktik kebijakan, dan pengalaman lapangan.
*Apresiasi Pemerintah Daerah*
Bupati Pandeglang Dewi Setiani menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh UMJ di wilayah Pandeglang.
“Kami menyambut baik keterlibatan perguruan tinggi, khususnya UMJ, dalam mendorong pemberdayaan desa berbasis sumber daya alam. Pendekatan ilmiah dan kolaboratif seperti ini sangat dibutuhkan untuk memperkuat kemandirian desa dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dewi Setiani.
Menurutnya, sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menghadirkan pembangunan desa yang berkelanjutan dan adaptif terhadap tantangan global.
*Komitmen Akademik UMJ*
Dekan FISIP UMJ Prof. Evi Satispi menegaskan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari tanggung jawab akademik dan moral perguruan tinggi.
“Program Doktor Administrasi Publik UMJ tidak hanya berfokus pada pengembangan teori, tetapi juga memastikan keilmuan tersebut hadir dan berdampak nyata bagi masyarakat. Desa adalah ruang strategis untuk mewujudkan kebijakan publik yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Prof. Evi.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan desa yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa.
*Rangkaian Agenda Kegiatan*
Rangkaian kegiatan diawali pada Sabtu, 7 Februari 2026, dengan pembukaan di Pendopo Kabupaten Pandeglang yang diisi sambutan dari Rektor UMJ, Dekan, Ketua Program Studi, serta Bupati Pandeglang sebagai tuan rumah. Kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) bertema Pemberdayaan Desa Melalui Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Teknologi Digital, menghadirkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, serta Kepala Desa Kertasana.
Desa Kertasana, yang menjadi salah satu fokus utama program ini, dikenal memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif di sektor pertanian, perikanan budidaya, perkebunan, serta UMKM lokal. Desa yang berada di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, ini memiliki lahan produktif yang luas, sumber air yang relatif stabil, serta kultur masyarakat yang kuat dalam usaha berbasis sumber daya alam.
Salah satu potensi unggulan Desa Kertasana yang menarik perhatian adalah budidaya ikan hias, khususnya ikan koki, yang telah berkembang menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi dan berorientasi ekspor. Ikan koki dari Kertasana dikenal memiliki kualitas warna, bentuk, dan daya tahan yang baik, sehingga mampu menembus pasar internasional, termasuk Inggris, dan dipasarkan ke berbagai kawasan lintas benua melalui jaringan perdagangan ikan hias. Keberhasilan ini menjadikan Kertasana tidak hanya sebagai desa produsen, tetapi juga bagian dari rantai ekonomi global berbasis perdesaan.
Keunggulan tersebut menjadikan Desa Kertasana sebagai laboratorium pemberdayaan desa yang strategis dan representatif, tempat bertemunya praktik ekonomi lokal, inovasi teknologi, dan kebijakan publik.
Potensi ini dinilai relevan untuk dikembangkan lebih lanjut melalui pendekatan akademik dan kolaboratif guna meningkatkan nilai tambah produk, memperkuat daya saing UMKM desa, serta memastikan keberlanjutan lingkungan dan ekonomi masyarakat.
Pada hari yang sama, kegiatan juga diisi dengan penyuluhan kesehatan bekerja sama dengan Kalbe Farma serta santunan bagi masyarakat kurang mampu, yang mencerminkan dimensi kemanusiaan dan keberpihakan sosial dari program pengabdian ini. Sementara itu, pada Minggu, 8 Februari 2026, agenda diisi dengan kegiatan kebersamaan dan penutupan, sebagai bagian dari penguatan jejaring, refleksi bersama, dan kolaborasi berkelanjutan antarpeserta, sekaligus menandai keberhasilan rangkaian kegiatan ilmiah dan pemberdayaan yang telah dilaksanakan selama dua hari.
*Bangun Ketahanan Desa Berkelanjutan*
Melalui kegiatan ini, UMJ menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan. Pengabdian masyarakat ini tidak hanya diposisikan sebagai program akademik, tetapi sebagai langkah strategis membangun ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan desa di tengah tantangan global yang terus berkembang.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi rujukan praktik baik bagi pengembangan desa di wilayah lain, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan, kebijakan publik, dan kebutuhan nyata masyarakat.//Red







