Pandeglang,- Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) menyelenggarakan Seminar Internasional bertema “Global Education Transformation 2026” di Aula GSG Irsyad Djuwaeli UNMA, Selasa (3/2/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mendorong transformasi pendidikan melalui integrasi teknologi dalam proses pembelajaran, khususnya bagi para guru di Indonesia dan Banten.
Seminar internasional ini menghadirkan narasumber kelas dunia, yakni Prof. Rautakivi Tuomo Taapani dari Universitas Centria Finlandia, Prof. Majlini Binti Adnan dari Universitas Pendidikan Sultan Idris Malaysia, Ramadoni, Ph.D dari BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), serta narasumber internal UNMA Dr. Meliyawati, M.Pd.
Dekan FKIP UNMA Banten, Dr. Asep Sahrudin, selaku penanggung jawab kegiatan, menjelaskan bahwa seminar internasional ini bertujuan membahas paradigma baru pendidikan global.
“Pendidikan modern tidak bisa dilepaskan dari teknologi. Integrasi teknologi dalam pembelajaran adalah keniscayaan,” tegas Dr. Asep.
Ia menambahkan, kehadiran narasumber dari Finlandia, Malaysia, dan BRIN dimaksudkan untuk menciptakan ruang dialog ilmiah antara guru, mahasiswa pendidikan, dan pakar internasional.
“Forum ini membahas bagaimana teknologi diterapkan dalam sistem pendidikan di Finlandia, Malaysia, Taiwan, dan Indonesia, serta bagaimana praktik terbaik tersebut dapat diadaptasi,” ujarnya.
Menurutnya, diskusi ini menjadi penting untuk menjawab tantangan, peluang, dan strategi transformasi pendidikan di tengah lanskap global yang semakin dinamis dan digital.
“Transformasi pendidikan harus mempersiapkan generasi yang kompeten, kreatif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan industri,” tambahnya.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari Pra-Muktamar Mathla’ul Anwar ke-XXI yang akan diselenggarakan di Serang pada 11–13 April 2026.
*Penguatan Kompetensi Guru dan Kerja Sama Internasional*
Ketua II Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah PBMA, M. Zen, menegaskan bahwa seminar internasional ini sangat strategis bagi guru-guru.
“Guru perlu memahami praktik pendidikan global agar mampu meningkatkan kualitas pembelajaran melalui integrasi teknologi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PBMA dan mitra dari Finlandia, serta MoA antara Universitas Mathla’ul Anwar dan Little Heroes Finlandia.
Kerja sama tersebut difokuskan pada pengembangan pendidikan dasar, menengah, dan tinggi yang modern, berkarakter, serta berlandaskan nilai-nilai luhur.
*Dukungan Tokoh Nasional dan Penguatan Reputasi Global*
Seminar ini turut dihadiri tokoh Mathla’ul Anwar sekaligus anggota DPR RI, Dr. Jazuli Djuwaeni, yang menilai kegiatan ini memiliki dampak strategis.
“Seminar internasional ini membantu guru mengembangkan pembelajaran yang lebih maju, menarik, dan berkarakter,” ujarnya.
Menurut Dr. Jazuli, keberlanjutan seminar internasional sangat penting karena tidak hanya meningkatkan kapasitas guru, tetapi juga memperkuat reputasi akademik UNMA di tingkat global.
Kegiatan ini juga dihadiri tokoh-tokoh Mathla’ul Anwar, antara lain Dr. Abdul Hakim (DPD RI), Drs. Taufiqurrohman, M.Si, Dr. Shiyamu Manurung, Zaenal Abidin Suja’i, M.A, serta para pimpinan perguruan Mathla’ul Anwar se-Banten.
Aula GSG Irsjad Djuwaeli UNMA yang berkapasitas 1000 orang terisi penuh oleh peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, guru-guru Mathla’ul Anwar, pengurus, serta kader MA.
*Peninjauan Progres Pembangunan Masjid Kampus UNMA*
Di sela kegiatan seminar, KH. Jazuli Djuwaeni melakukan peninjauan langsung progres pembangunan Masjid Kampus UNMA yang masih dalam tahap penyelesaian.
Peninjauan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan menuju Muktamar Mathla’ul Anwar. KH. Jazuli didampingi oleh Dekan FAI UNMA Dr. Eneng Humaeroh, Dekan FKIP UNMA Dr. Asep Sahrudin, serta Ketua OC Muktamar MA Asep Rahmatullah, M.Fil.
Masjid kampus UNMA ditargetkan rampung sebelum bulan Ramadhan agar dapat difungsikan sebagai pusat ibadah dan pembinaan spiritual sivitas akademika.
“Masjid kampus bukanhanya bangunan fisik semata, tetapi pusat peradaban, pembinaan akhlak, dan ruh kehidupan akademik,” tegas KH. Jazuli.
Ia juga menyatakan komitmennya untuk membantu percepatan penyelesaian pembangunan masjid serta mendukung UNMA menjadi kampus yang unggul, adaptif, dan modern.
Dekan FAI UNMA, Dr. Eneng Humaeroh, menyampaikan bahwa kehadiran KH. Jazuli memberikan energi moral bagi sivitas akademika.
“Kunjungan ini menguatkan komitmen bahwa transformasi pendidikan harus berjalan seiring dengan penguatan spiritualitas kampus,” ungkapnya.
Seminar internasional ini diikuti hampir seribu peserta, yang menegaskan posisi UNMA sebagai kampus yang aktif membangun jejaring global, sekaligus konsisten menguatkan nilai keislaman moderat dalam tradisi Mathla’ul Anwar.
*Menuju Muktamar: Pendidikan Berkelas Dunia Berakar Islami*
Rangkaian kegiatan ini menegaskan bahwa menjelang Muktamar Mathla’ul Anwar, UNMA tidak hanya mempersiapkan agenda organisatoris, tetapi juga memperkuat fondasi peradaban kampus: pendidikan berkelas dunia, berakar pada nilai Islam, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Lebih dari sekadar forum akademik dan seremonial, rangkaian kegiatan ini mencerminkan arah besar Universitas Mathla’ul Anwar dalam menempatkan pendidikan sebagai instrumen peradaban. Transformasi pendidikan global yang diusung tidak dilepaskan dari nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan yang menjadi ruh perjuangan Mathla’ul Anwar sejak awal berdirinya.
Dengan mempertemukan pemikiran global, jejaring internasional, dan penguatan spiritualitas kampus, UNMA menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan yang adaptif terhadap perubahan zaman, namun tetap kokoh pada jati diri dan nilai-nilai luhur.
Inilah pesan utama menjelang Muktamar: bahwa kemajuan tidak harus meninggalkan akar, dan globalisasi justru dapat menjadi jalan untuk meneguhkan identitas.
UNMA tidak hanya hadir sebagai penyelenggara kegiatan akademik, tetapi sebagai penjaga arah peradaban pendidikan—membangun generasi berilmu, berkarakter, dan berdaya saing global, sekaligus berpijak kuat pada nilai Islam dan kemaslahatan umat. //Red







