Lebak, Perusahaan Batching plant PT Nindya Karya ( NK) di Kp Tegal Desa Gunung Sari Kecamatan Banjarsari Kabupaten Lebak mulai di soal warga Desa Gunung Sari Kec Banjarsari dan Cipadang Kec Cileles. Pasalnya mobilisasi beton dan matrial bahan baku beton keluar masuk melintasi pemukiman padat penduduk dengan beban tonase berat mengakibatkan ruas jalan poros kecamatan rusak parah.
Tidak hanya itu dampak lain yang ditimbulkannya, di saat kemarau debu tebal, kebisingan, serta getaran pada rumah dari armada tronton yang keluar masuk batcing plant tersebut. Hal ini sangat dikeluhkan watga sekitar.
Ruswa tokoh pemuda Desa Cipadang mengatakan, kami sangat terganggu oleh mobilisasi armada PT Nindya Karya yang berkantor di Desa Gunung Sari, Kecamatan Banjarsari tersebut serta fasilitas batching plant di Desa Banjarsari.
“Warga bamyak yang sakit sesak pernafasan akibat debu ditambah lagi kondisi jalan semakin rusak dan banyak kubangan. Tidak sedikit pengendara sepeda motor yang jatuh terpelese ” kata Ruswa kepada media ini
Hal senada dikatakan Sukaris warga Gunung Sari yang tak jauh dari lokasi Perusahaan Batching plat PT NK merasa terganggu dan mengeluhkan aktivitas kendaraan berat yang melintas sudah berlangsung beberapa bulan terakhir dan mulai mengganggu kenyamanan serta kondisi lingkungan permukiman.
“Debunya sangat terasa, apalagi kalau truk lewat. Rumah juga sering bergetar, suaranya bising sekali,” kata Sukaris kepada media
Eli Sahroni Ketua umum Ormas Badak Banten Perjuangan mendapat pengaduan dari warga langsung membentuk tim untuk melakukan investigasi lapangan. Berdasarkan data yang berhasil di dapat sebagaimana di keluhkan warga itu sangat obyektif,dan akan segera menindaklanjutinya.
“Kami telah mengecek lokasi serta mengumpulkan data dari lokasi, selanjutnya akan melayangkan surat pemberitahuan aksi ke Polres Lebak ,dan kami bersama ratusan warga akan menggelar aksi unjukrasa di lokasi perusahaan batching plant PT NK di Desa Gunung sari.







