Pandeglang,-Terjadi kerusakan atau amblasnya aramko (palang air) irigasi persawahan di Sungai Cilemer dikeluhkan petani dari Dua Kabupaten yakni Pandeglang dan Lebak. Jum’at, 22 Mei 2026
Dampak dari amblasnya aramko tersebut sangat besar, sekitar 1000 hektar sawah mulai dari wilayah Cibaturkesik dan Bendungan Kabupaten Lebak, serta beberapa wilayah di Kabupaten Pandeglang meliputi wilayah Cililitan, Kadupandak dan Pasir Sedang terancam kekeringan.
Salah seorang petani bernama Deni kepada awak media mengatakan, apabila aramko tidak segera diperbaiki, maka aliran air dari sungai akan kembali lagi ke sungai bukan masuk ke irigasi sehingga saluran irigasi untuk pengairan sawah petani akan menjadi kering.
Persoalan ini kata Deni, menjadi hal yang sangat serius untuk segera disikapi dan ditindaklanjuti oleh Para Pemangku kebijakan dalam hal ini bidang SDA PUPR Provinsi Banten.
“Kami minta DPUPR Provinsi Banten bertindak cepat untuk memperbaiki aramko yang amblas tersebut agar petani tidak mengalami gagal panen di musim tanam saat ini”. Ujarnya // Red







